an online Instagram web viewer
  • virginseptikaputri
    VirginSeptikaPutri
    @virginseptikaputri

Images by virginseptikaputri

Baru aja dapet cerita dari salah satu sahabat yg dulunya kerja di bidang perminyakan dengan gaji mentereng... Saat mengikuti dunia dan kalah oleh egonya sendiri hidupnya terasa hampa, yang dipikirkan hanya uang.. Uang kaya cuma numpag lewat, selalu habis dan merasa gak cukup.. Setelah hijrah, mendekatkan diri pada Yang Maha Memberi Rejeki, menurunkan ego, menutup telinga dari sindiran2 pedas keluarga dan org2, memutuskan untuk berhenti bekerja, mendedikasikan hidupnya untuk keluarga, ngurus anak2 tanpa nany (ribet yg membahagiakan kalo kata beliau), berkumpul tanpa harus ada long distance relationship, yg dirasakan setelahnya adalah keberkahan hidup.. MashaaAllah... .
.
Bukan berarti sebagai muslim kita tidak boleh jadi org yg berkecukupan, dengan kelebihan rejeki yg diberikan Allah harus bisa menjadi sarana kita mendekatkan diri pada Sang Pencipta dengan sedekah, infaq, menyantuni anak yatim dan sebagainya... Bukan malah menjadikan kita manusia yg kufur diperbudak oleh harta.. Harta yang banyak membuat hisab kita lebih lama... Jadi jangan serta merta berbahagia dengan menumpuk2 harta, bayangkan sulitnya dihari perhitungan kelak untuk apa hartamu dibelanjakan... .
.
Wallahu a'lam.. Semoga kita semua tidak menjadi budak dunia... Letakkan dunia di tanganmu bukan di hatimu... Happy weekend... ❤
Baru aja dapet cerita dari salah satu sahabat yg dulunya kerja di bidang perminyakan dengan gaji mentereng... Saat mengikuti dunia dan kalah oleh egonya sendiri hidupnya terasa hampa, yang dipikirkan hanya uang.. Uang kaya cuma numpag lewat, selalu habis dan merasa gak cukup.. Setelah hijrah, mendekatkan diri pada Yang Maha Memberi Rejeki, menurunkan ego, menutup telinga dari sindiran2 pedas keluarga dan org2, memutuskan untuk berhenti bekerja, mendedikasikan hidupnya untuk keluarga, ngurus anak2 tanpa nany (ribet yg membahagiakan kalo kata beliau), berkumpul tanpa harus ada long distance relationship, yg dirasakan setelahnya adalah keberkahan hidup.. MashaaAllah... . . Bukan berarti sebagai muslim kita tidak boleh jadi org yg berkecukupan, dengan kelebihan rejeki yg diberikan Allah harus bisa menjadi sarana kita mendekatkan diri pada Sang Pencipta dengan sedekah, infaq, menyantuni anak yatim dan sebagainya... Bukan malah menjadikan kita manusia yg kufur diperbudak oleh harta.. Harta yang banyak membuat hisab kita lebih lama... Jadi jangan serta merta berbahagia dengan menumpuk2 harta, bayangkan sulitnya dihari perhitungan kelak untuk apa hartamu dibelanjakan... . . Wallahu a'lam.. Semoga kita semua tidak menjadi budak dunia... Letakkan dunia di tanganmu bukan di hatimu... Happy weekend... ❤
#Repost @indriarra (@get_repost)
・・・
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
From @rizkyummurana
・・・
DOA AWAL - AKHIR TAHUN HIJRIAH

Doa tersebut tidak pernah diajarkan oleh Rasul, begitu pula amalan puasa awal tahun Hijriyah tak ada tuntunan

Syaikh Bakr Bin Abdillah Abu Zaid rahimahullah berkata, “Syariat Islam tidak pernah mengajarkan atau menganjurkan doa atau dzikir untuk awal tahun. Manusia saat ini banyak yang membuat kreasi baru dalam hal amalan berupa doa, dzikir atau tukar menukar ucapan selamat, demikian pula puasa awal tahun baru, menghidupkan malam pertama bulan Muharram dengan shalat, dzikir atau do’a, puasa akhir tahun dan sebagainya yang semua ini tidak ada dalilnya sama sekali.” (Tashih Ad Du’a’, hal.107)

Syaikh ‘Abdullah At Tuwaijiriy berkata, “Sebagian orang membuat inovasi baru dalam ibadah dengan membuat-membuat doa awal tahun dan akhir tahun. Sehingga dari sini orang-orang awam ikut-ikutan mengikuti ritual tersebut di berbagai masjid, bahkan terdapat para imam pun mengikutinya. Padahal, doa awal dan akhir tahun tersebut tidak ada pendukung dalil sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga dari para sahabatnya, begitu pula dari para tabi’in. Tidak ada satu hadits pun yang mendukungnya dalam berbagai kitab musnad atau kitab hadits.” (Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 399)

Artikel yang mencerdaskan yang bisa dibaca:
# DOA AWAL DAN AKHIR TAHUN HIJRIAH
https://rumaysho.com/9209-doa-awal-dan-akhir-tahun-hijriyah-adakah-tuntunan.html
.
# AMALAN KELIRU MENYAMBUT TAHUN HIJRIAH
https://rumaysho.com/719-kekeliruan-dalam-menyambut-awal-tahun-baru-hijriyah.html ---
.
✏ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

#catatind #hijriyah #hadits #sunnah #muslim #islam
#Repost  @indriarra (@get_repost) ・・・ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ From @rizkyummurana ・・・ DOA AWAL - AKHIR TAHUN HIJRIAH Doa tersebut tidak pernah diajarkan oleh Rasul, begitu pula amalan puasa awal tahun Hijriyah tak ada tuntunan Syaikh Bakr Bin Abdillah Abu Zaid rahimahullah berkata, “Syariat Islam tidak pernah mengajarkan atau menganjurkan doa atau dzikir untuk awal tahun. Manusia saat ini banyak yang membuat kreasi baru dalam hal amalan berupa doa, dzikir atau tukar menukar ucapan selamat, demikian pula puasa awal tahun baru, menghidupkan malam pertama bulan Muharram dengan shalat, dzikir atau do’a, puasa akhir tahun dan sebagainya yang semua ini tidak ada dalilnya sama sekali.” (Tashih Ad Du’a’, hal.107) Syaikh ‘Abdullah At Tuwaijiriy berkata, “Sebagian orang membuat inovasi baru dalam ibadah dengan membuat-membuat doa awal tahun dan akhir tahun. Sehingga dari sini orang-orang awam ikut-ikutan mengikuti ritual tersebut di berbagai masjid, bahkan terdapat para imam pun mengikutinya. Padahal, doa awal dan akhir tahun tersebut tidak ada pendukung dalil sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga dari para sahabatnya, begitu pula dari para tabi’in. Tidak ada satu hadits pun yang mendukungnya dalam berbagai kitab musnad atau kitab hadits.” (Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 399) Artikel yang mencerdaskan yang bisa dibaca: # DOA AWAL DAN AKHIR TAHUN HIJRIAH https://rumaysho.com/9209-doa-awal-dan-akhir-tahun-hijriyah-adakah-tuntunan.html . # AMALAN KELIRU MENYAMBUT TAHUN HIJRIAH https://rumaysho.com/719-kekeliruan-dalam-menyambut-awal-tahun-baru-hijriyah.html --- . ✏ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal #catatind  #hijriyah  #hadits  #sunnah  #muslim  #islam 
#Repost @rizkyummurana (@get_repost)
・・・
Jadi inget sholat Idul Adha kemaren, dimarahin ibu2 gara2 mau ngerapetin shaf.. 😔😔
.
.
Fenomena mamak mamak penguasa mesjid, satu sajadah satu orang. Jangan coba-coba numpang di sajadahnya, apalagi nempelin kaki dan betis, yang ada bisa geser-geser kakinya atau kita dimarahin, dan bilang "emang mesjidnya sempit apa?" 🙈🙈
. 
Pernah ga ngerasaian shalat dengan jamaah sunnah? Emang pada nempel dan ga ada yang risih. Malahan jangan sampai shaf jadi kosong kayak shalat sendirian.
. 
Mari kita doakan semoga shaf bisa rapat sesuai sunnah, terutama shaf bapak-bapak yang tiap hari jamaah di masjid. #catatanhatiummurana
#Repost  @rizkyummurana (@get_repost) ・・・ Jadi inget sholat Idul Adha kemaren, dimarahin ibu2 gara2 mau ngerapetin shaf.. 😔😔 . . Fenomena mamak mamak penguasa mesjid, satu sajadah satu orang. Jangan coba-coba numpang di sajadahnya, apalagi nempelin kaki dan betis, yang ada bisa geser-geser kakinya atau kita dimarahin, dan bilang "emang mesjidnya sempit apa?" 🙈🙈 . Pernah ga ngerasaian shalat dengan jamaah sunnah? Emang pada nempel dan ga ada yang risih. Malahan jangan sampai shaf jadi kosong kayak shalat sendirian. . Mari kita doakan semoga shaf bisa rapat sesuai sunnah, terutama shaf bapak-bapak yang tiap hari jamaah di masjid. #catatanhatiummurana 
#Repost @rizkyummurana (@get_repost)
・・・
Agar kita berhati-hati 😊
. . 
Besok bertepatan dengan satu Muharom. Jika ingin puasa tanggal 1 Muharram -yang pada tahun ini (1439 H.) bertepatan dengan hari Kamis-, maka mengamalkan puasa sunnah tsb sekaligus mendapatkan keutamaan puasa bulan Muharram. Hanya saja, jika mengkhususkan tanggal satunya dengan meyakini keistimewaannya dibandingkan hari-hari sesudahnya maka tidak ada dalil shahih yang menyunahkannya. Yang disunnahkan adalah memperbanyak puasa pada bulan Muharramnya. Wallahu Ta'ala A'lam
#Repost  @rizkyummurana (@get_repost) ・・・ Agar kita berhati-hati 😊 . . Besok bertepatan dengan satu Muharom. Jika ingin puasa tanggal 1 Muharram -yang pada tahun ini (1439 H.) bertepatan dengan hari Kamis-, maka mengamalkan puasa sunnah tsb sekaligus mendapatkan keutamaan puasa bulan Muharram. Hanya saja, jika mengkhususkan tanggal satunya dengan meyakini keistimewaannya dibandingkan hari-hari sesudahnya maka tidak ada dalil shahih yang menyunahkannya. Yang disunnahkan adalah memperbanyak puasa pada bulan Muharramnya. Wallahu Ta'ala A'lam
Karena merasa "tersindir" pertanda hati kita belum beku... Dulu saya titik baliknya juga karena "tersindir" postingan temen... Yang bahaya itu kalo gak merasa "tersindir"...
Karena merasa "tersindir" pertanda hati kita belum beku... Dulu saya titik baliknya juga karena "tersindir" postingan temen... Yang bahaya itu kalo gak merasa "tersindir"...
Nda papa kamu cemburu hehehee @rezapalevii
Nda papa kamu cemburu hehehee @rezapalevii
Sejauh apapun pergi kita akan selalu mencari jalan untuk pulang ke rumah.. Begitu juga ketika berkelana di dunia ini, sejauh apapun itu kita akan mencari jalan untuk pulang ke kampung akhirat yg kekal abadi selamanya... Pssttt di Surga gak ada orang dalem yg bisa disogok, jadi bener2 pastikan kita punya tiket masuk ke sana yaa.. 😊
Sejauh apapun pergi kita akan selalu mencari jalan untuk pulang ke rumah.. Begitu juga ketika berkelana di dunia ini, sejauh apapun itu kita akan mencari jalan untuk pulang ke kampung akhirat yg kekal abadi selamanya... Pssttt di Surga gak ada orang dalem yg bisa disogok, jadi bener2 pastikan kita punya tiket masuk ke sana yaa.. 😊
Afwan ya mas.... Wkwkwk pantesan sensi kalo dimintain tolong ganti gas.... 😂😂😂😂 @rezapalevii
Afwan ya mas.... Wkwkwk pantesan sensi kalo dimintain tolong ganti gas.... 😂😂😂😂 @rezapalevii
#Repost @ummu.rumayso (@get_repost)
・・・
Kau tahu,
Kemana pun kau melangkah pergi, 
Pasti ingin kembali kan?
.
.
Begitu pula diri ini,
Saat belajar ber-agama,
Seringnya terperangkap dalam talbis-talbis syaitan,
Seringnya terperdaya dengan untaian kata membius dari pemikiran-pemikiran liberal,
Seringnya manut-manut dengan pemaparan yang disampaikan senior,
Seringnya taqlid pada orang-orang yang disebut "ustad",
Seringnya tertipu dengan segala kesibukan dunia,
Seringnya beramal sebelum berilmu,
Seringnya mendatangi majelis-majelis politik dibanding Tauhid,
.
.
Kau tahu,
Seperti seorang anak kecil,
Sejauh apapun bermain,
Bersama dengan teman yang paling asyik,
Kau tetap akan merindukan saat untuk pulang...
Sesering apapun kau berlari,
Pasti selalu ada saat kau ingin menoleh dan kembali...
.
.
Ya, manhaj ini membawaku kembali ke jalan yang seharusnya,
Membawaku kembali pada Al-Qur'an dan Hadits dengan pemahaman para Salafus shalih,
Membawaku untuk lebih giat beramal dengan benar, bukan hanya dengan ikhlas,
Membawaku untuk fokus pada perkara-perkara Sunnah yang dicintai Allah dan kekasih-Nya, bukan disibukkan dengan perkara bid'ah yang bisa jadi melicinkan jalanku,
Membawaku fokus kembali, menyusun perbekalan sampai tiba di kampung akhirat yang abadi...
.
.
Maka kawan, maafkan kisah ku dan jangan kau cari aku di masa lalu, sebab aku tidak ada lagi di sana...
.
.
Pict : Hamerang Green Valley, Gunung Malang-Jawa Barat.
.
.
#dakwahtauhid
#dakwahsunnah #ahlussunahwaljamaah #manhajsalaf
#Repost  @ummu.rumayso (@get_repost) ・・・ Kau tahu, Kemana pun kau melangkah pergi, Pasti ingin kembali kan? . . Begitu pula diri ini, Saat belajar ber-agama, Seringnya terperangkap dalam talbis-talbis syaitan, Seringnya terperdaya dengan untaian kata membius dari pemikiran-pemikiran liberal, Seringnya manut-manut dengan pemaparan yang disampaikan senior, Seringnya taqlid pada orang-orang yang disebut "ustad", Seringnya tertipu dengan segala kesibukan dunia, Seringnya beramal sebelum berilmu, Seringnya mendatangi majelis-majelis politik dibanding Tauhid, . . Kau tahu, Seperti seorang anak kecil, Sejauh apapun bermain, Bersama dengan teman yang paling asyik, Kau tetap akan merindukan saat untuk pulang... Sesering apapun kau berlari, Pasti selalu ada saat kau ingin menoleh dan kembali... . . Ya, manhaj ini membawaku kembali ke jalan yang seharusnya, Membawaku kembali pada Al-Qur'an dan Hadits dengan pemahaman para Salafus shalih, Membawaku untuk lebih giat beramal dengan benar, bukan hanya dengan ikhlas, Membawaku untuk fokus pada perkara-perkara Sunnah yang dicintai Allah dan kekasih-Nya, bukan disibukkan dengan perkara bid'ah yang bisa jadi melicinkan jalanku, Membawaku fokus kembali, menyusun perbekalan sampai tiba di kampung akhirat yang abadi... . . Maka kawan, maafkan kisah ku dan jangan kau cari aku di masa lalu, sebab aku tidak ada lagi di sana... . . Pict : Hamerang Green Valley, Gunung Malang-Jawa Barat. . . #dakwahtauhid  #dakwahsunnah  #ahlussunahwaljamaah  #manhajsalaf 
#Repost @rizkyummurana (@get_repost)
・・・
KENAPA BID'AH DI LARANG YANG PENTING KAN NIATNYA BAIK
. 
Ada pula sebagian orang yang beralasan ketika diberikan sanggahan terhadap bid’ah yang dia lakukan, “Menurut saya, segala sesuatu itu kembali pada niatnya masing-masing”. Kami katakan bahwa amalan itu bisa diterima tidak hanya dengan niat yang ikhlas, namun juga harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini telah kami jelaskan pada pembahasan awal di atas. Jadi, syarat diterimanya amal itu ada dua yaitu [1] niatnya harus ikhlas dan [2] harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Oleh karena itu, amal seseorang tidak akan diterima tatkala dia melaksanakan shalat shubuh empat raka’at walaupun niatnya betul-betul ikhlas dan ingin mengharapkan ganjaran melimpah dari Allah dengan banyaknya rukuk dan sujud. Di samping ikhlas, dia harus melakukan shalat sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Al Fudhail bin ‘Iyadh tatkala berkata mengenai firman Allah, “Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk [67] : 2), beliau mengatakan, “yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (mencocoki tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).” Lalu Al Fudhail berkata, “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 19)

Sekelompok orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka beralasan di hadapan Ibnu Mas’ud, ”Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.” Lihatlah orang-orang ini berniat baik, namun cara mereka beribadah tidak sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ibnu Mas’ud menyanggah perkataan mereka sembari berkata,
"betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tp tidak mendapatkannya"
Dalam riwayat yang shahih dikatakan Bid'ah itu sesat dan tertolak. 
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
#Repost  @rizkyummurana (@get_repost) ・・・ KENAPA BID'AH DI LARANG YANG PENTING KAN NIATNYA BAIK . Ada pula sebagian orang yang beralasan ketika diberikan sanggahan terhadap bid’ah yang dia lakukan, “Menurut saya, segala sesuatu itu kembali pada niatnya masing-masing”. Kami katakan bahwa amalan itu bisa diterima tidak hanya dengan niat yang ikhlas, namun juga harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini telah kami jelaskan pada pembahasan awal di atas. Jadi, syarat diterimanya amal itu ada dua yaitu [1] niatnya harus ikhlas dan [2] harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, amal seseorang tidak akan diterima tatkala dia melaksanakan shalat shubuh empat raka’at walaupun niatnya betul-betul ikhlas dan ingin mengharapkan ganjaran melimpah dari Allah dengan banyaknya rukuk dan sujud. Di samping ikhlas, dia harus melakukan shalat sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Al Fudhail bin ‘Iyadh tatkala berkata mengenai firman Allah, “Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk [67] : 2), beliau mengatakan, “yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (mencocoki tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).” Lalu Al Fudhail berkata, “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 19) Sekelompok orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka beralasan di hadapan Ibnu Mas’ud, ”Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.” Lihatlah orang-orang ini berniat baik, namun cara mereka beribadah tidak sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibnu Mas’ud menyanggah perkataan mereka sembari berkata, "betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tp tidak mendapatkannya" Dalam riwayat yang shahih dikatakan Bid'ah itu sesat dan tertolak. Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
#Repost @rizkyummurana (@get_repost)
・・・
YUK BACA DULU PENJELASANNYA
. 
Kata Siapa Maulid Nabi Itu Bid'ah?
.

Orang yang bilang Maulid Nabi itu Bid'ah berarti dia buta dengan sejarah....
.
bagaimana maulid nabi dikatakan bid'ah....sedangkan maulid nabi itu bagian dari sejarah yang mau nggak mau sudah terjadi..
.
Jadi saya TEGASKAN MAULID NABI BUKAN BID'AH..
.
tapi MERAYAKAN dan MEMPERINGATI maulid Nabi itulah yang BID'AH...
.
😊😊😊
.
Maulid Nabi= kelahiran Nabi
.
Syaikhul Islam Ibnu Taymiah -rahimahullah- berkata:
.
“Adapun menjadikan waktu tertentu (sebagai hari raya), selain dari waktu-waktu yang disyariatkan, seperti beberapa malam dalam bulan Rabiul Awwal yang dikatakan bahwa itu adalah malam maulid atau beberapa malam dalam bulan Rajab (seperti peringatan  isra’ mi’raj) atau pada tanggal 18 Dzul Hijjah atau Jumat pertama dari bulan Rajab atau tanggal 8 Syawal yang disebut oleh orang-orang bodoh dengan idul Abror, maka semua ini adalah termasuk di antara bid’ah-bid’ah yang tidak pernah disunnahkan dan tidak pernah dikerjakan oleh para ulama salaf, Wallahu a’lam”. .
 Syaikhul Islam Ibn Taymiyah, al-Fatawa al-Kubra (Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1987 M), Vol. 4, hal. 414.
.
Al-Imam Tajuddin Umar bin Salim al-Fakihany al-Maliky rahimahullah berkata:
.

لا أعلم لهذا المولد أصلا في كتاب ولا سنة، ولا ينقل عمله عن أحد من علماء الأمة، الذين هم القدوة في الدين، المتمسكون بآثار المتقدمين، بل هو بِدعة .
Saya tidak mengetahui sedikitpun dalil tentang (dibolehkannya perayaan maulid) baik dari al-Qur’an maupun sunnah, dan tidak pernah dinukil hal itu dari seorang pun dari ulama’ umat yang mana mereka adalah figur teladan dalam agama, mereka berpegang teguh dengar jejak para salaf, akan tetapi perayaan (maulid ini) adalah bid’ah. .
Abdullah bin Abdul Aziz  al-Jibrin, Tahdzib tashil al-Aqidah al-Islamiyah, hal 200
.
Ustadz Fadlan Fahamsyah Hafidzahullahu Ta'ala
from @ummuuwais_alq 
#MaulidNabiBukanBidah
#MerayakannyaItuYangBidah
#MemperingatinyaItuYangBidah
#JanganGagalPaham
#GenggamBaraApi
#Repost  @rizkyummurana (@get_repost) ・・・ YUK BACA DULU PENJELASANNYA . Kata Siapa Maulid Nabi Itu Bid'ah? . Orang yang bilang Maulid Nabi itu Bid'ah berarti dia buta dengan sejarah.... . bagaimana maulid nabi dikatakan bid'ah....sedangkan maulid nabi itu bagian dari sejarah yang mau nggak mau sudah terjadi.. . Jadi saya TEGASKAN MAULID NABI BUKAN BID'AH.. . tapi MERAYAKAN dan MEMPERINGATI maulid Nabi itulah yang BID'AH... . 😊😊😊 . Maulid Nabi= kelahiran Nabi . Syaikhul Islam Ibnu Taymiah -rahimahullah- berkata: . “Adapun menjadikan waktu tertentu (sebagai hari raya), selain dari waktu-waktu yang disyariatkan, seperti beberapa malam dalam bulan Rabiul Awwal yang dikatakan bahwa itu adalah malam maulid atau beberapa malam dalam bulan Rajab (seperti peringatan isra’ mi’raj) atau pada tanggal 18 Dzul Hijjah atau Jumat pertama dari bulan Rajab atau tanggal 8 Syawal yang disebut oleh orang-orang bodoh dengan idul Abror, maka semua ini adalah termasuk di antara bid’ah-bid’ah yang tidak pernah disunnahkan dan tidak pernah dikerjakan oleh para ulama salaf, Wallahu a’lam”. . Syaikhul Islam Ibn Taymiyah, al-Fatawa al-Kubra (Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1987 M), Vol. 4, hal. 414. . Al-Imam Tajuddin Umar bin Salim al-Fakihany al-Maliky rahimahullah berkata: . لا أعلم لهذا المولد أصلا في كتاب ولا سنة، ولا ينقل عمله عن أحد من علماء الأمة، الذين هم القدوة في الدين، المتمسكون بآثار المتقدمين، بل هو بِدعة . Saya tidak mengetahui sedikitpun dalil tentang (dibolehkannya perayaan maulid) baik dari al-Qur’an maupun sunnah, dan tidak pernah dinukil hal itu dari seorang pun dari ulama’ umat yang mana mereka adalah figur teladan dalam agama, mereka berpegang teguh dengar jejak para salaf, akan tetapi perayaan (maulid ini) adalah bid’ah. . Abdullah bin Abdul Aziz al-Jibrin, Tahdzib tashil al-Aqidah al-Islamiyah, hal 200 . Ustadz Fadlan Fahamsyah Hafidzahullahu Ta'ala from @ummuuwais_alq #MaulidNabiBukanBidah  #MerayakannyaItuYangBidah  #MemperingatinyaItuYangBidah  #JanganGagalPaham  #GenggamBaraApi 
Doa dan Dzikir yang Shahih... Semoga bermanfaat... .
.
.
.
.
Referensi: Buku Dzikir Pagi Petang dan Dzikir Setelah Shalat Fardhu oleh Ustadz. Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Doa dan Dzikir yang Shahih... Semoga bermanfaat... . . . . . Referensi: Buku Dzikir Pagi Petang dan Dzikir Setelah Shalat Fardhu oleh Ustadz. Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Sami'na wa atho'na.. Tidak perlu susah2 berlogika... Agama ini bukan agama logika... Allahu yahdik...
Sami'na wa atho'na.. Tidak perlu susah2 berlogika... Agama ini bukan agama logika... Allahu yahdik...
#Repost @tputrisholihah (@get_repost)
・・・
🔽🔽🔽
✔️Pernah gak sih dengar orang bilang:
▪️'belajar dimana?jangan lebay ntar jadi teroris'
▪️'belajar agama tu biasa2 aja, ntar jadi gila'
▪️'fanatik banget sekarang'
Trus banyak kata2 meremehkan lainnya.. ✔️Dengarlah saudaraku dimana pun kamu berada yang mungkin pernah berkata seperti ini,  ya walaupun bukan ke saya ya.. ✔️Sesungguhnya jalan menuju ridho Allah memiliki musuh-musuh yang pandai bersilat lidah, berilmu dan memiliki argumen..
✔️Oleh karena itu kita wajib mempelajari agama Allah subhanahu wa ta'ala yang bisa menjadi senjata bagi kita untuk memerangi syaitan-syaitan ini, yang pemimpin dan pendahulu mereka (baca: iblis) berkata kepada Allah subhanahu wa ta'ala:

لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لاَتِيَنَّهُم مِّنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ وَلاَتَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ ▪️ “Saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau akan mendapati mereka kebanyakan tidak bersyukur (ta’at).” (QS. Al A’raaf: 16-17).
#Repost  @tputrisholihah (@get_repost) ・・・ 🔽🔽🔽 ✔️Pernah gak sih dengar orang bilang: ▪️'belajar dimana?jangan lebay ntar jadi teroris' ▪️'belajar agama tu biasa2 aja, ntar jadi gila' ▪️'fanatik banget sekarang' Trus banyak kata2 meremehkan lainnya.. ✔️Dengarlah saudaraku dimana pun kamu berada yang mungkin pernah berkata seperti ini, ya walaupun bukan ke saya ya.. ✔️Sesungguhnya jalan menuju ridho Allah memiliki musuh-musuh yang pandai bersilat lidah, berilmu dan memiliki argumen.. ✔️Oleh karena itu kita wajib mempelajari agama Allah subhanahu wa ta'ala yang bisa menjadi senjata bagi kita untuk memerangi syaitan-syaitan ini, yang pemimpin dan pendahulu mereka (baca: iblis) berkata kepada Allah subhanahu wa ta'ala: لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لاَتِيَنَّهُم مِّنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ وَلاَتَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ ▪️ “Saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau akan mendapati mereka kebanyakan tidak bersyukur (ta’at).” (QS. Al A’raaf: 16-17).
Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'udz, dia berkata, "Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membuat garis untuk kita, lalu beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, "ini adalah jalan Allah."Kemudian beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam membuat banyak garis disebelah kanan dan sebelah kirinya, lalu beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Ini adalah jalan-jalan (lain) dan pada setiap jalan tersebut ada setan yang mengajak orang-orang kepadanya."Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam membaca ayat,
.
Artinya: "Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertakwa" (Al-An'am: 153).
.
Maka barangsiapa berpaling dari Quran dan Sunnah, niscaya dia akan tertarik oleh berbagai jalan yang menyesatkan.. Allahu yahdik..
Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'udz, dia berkata, "Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membuat garis untuk kita, lalu beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, "ini adalah jalan Allah."Kemudian beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam membuat banyak garis disebelah kanan dan sebelah kirinya, lalu beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Ini adalah jalan-jalan (lain) dan pada setiap jalan tersebut ada setan yang mengajak orang-orang kepadanya."Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam membaca ayat, . Artinya: "Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertakwa" (Al-An'am: 153). . Maka barangsiapa berpaling dari Quran dan Sunnah, niscaya dia akan tertarik oleh berbagai jalan yang menyesatkan.. Allahu yahdik..
Dulu awal hijrah mikirnya gini "oke aku benerin penampilan dulu deh".. Lalu setelah itu sempet bingung mau mulai memperbaiki dari mana? Saking tergesa2nya akhirnya belajar dari yg muluk2 dan akhirnya jenuh karena gak faham... Setelah berdoa sama Allah dan dikasih tau sm yg udh hijrah duluan, akhirnya skg udah tau kalo awal mula yg harus disempurnakan adalah ilmu tentang TAUHID.. Mudah2an ilmu2 lainnya segera mengikuti.. Yg penting di awal kita tau dulu konsep aqidah yg lurus dan haq.. Jgn smpe kesebut "udah deh yg biasa2 aja islamnya.. Gak usah fanatik dn ekstrim.. Yg penting udah baca 2 kalimat syahadat, sholat, puasa, zakat, naik haji kalo ada rejeki" ... Belajar tauhid bukan fanatik atau ekstrim.. Belajar tauhid itu karena pemahaman tauhid yg lurus lah yg akan meluluskan kita sampe ke surga.. Inshaallah.. #Repost @rizkyummurana (@get_repost)
・・・
Mencoba semua firqoh namun tak pernah temukan seaman dan senyaman ini di hati, dimana proses belajar agama selalu dimulai dari pengenalan terhadap Rabb. Mempelajari memperlakukan Allah dengan benar walau masih tertatih-tatih. Fokus dan sibuk terus mencari tau apa saja yang bisa menjadi kebencian Allah dan menjauhkan diri dari itu semua.
.
.
Persoalan ummat itu memang banyak, tapi persoalan utama yang akan semua hadapi ialah menembus surga, apakah yang mengizinkan kita untuk menembus surga? Ya, Tauhidlah kunci surga itu. Buatlah amal sebanyak apapun, jika Tauhidmu rusak, Allah tak kan izinkan kamu masuk ke dalam jannahNya. Lantas apa yang paling penting sekarang? fokuskan diri belajar Tauhid. Pahami hal-hal pembatalan keIslaman. Itu urgensimu jika jannahlah tujuanmu, setelah memahami tauhid maka kamu akan banyak memahami kebenaran islam sampai pada adab dan akhlak pada semut sekalipun.
.
Walau rasanya bagai menggenggam bara api dan penuh fitnah, bersabarlah, dunia bukan tujuanmu, akhiratlah akhir segalanya #catatanhatiummurana
Dulu awal hijrah mikirnya gini "oke aku benerin penampilan dulu deh".. Lalu setelah itu sempet bingung mau mulai memperbaiki dari mana? Saking tergesa2nya akhirnya belajar dari yg muluk2 dan akhirnya jenuh karena gak faham... Setelah berdoa sama Allah dan dikasih tau sm yg udh hijrah duluan, akhirnya skg udah tau kalo awal mula yg harus disempurnakan adalah ilmu tentang TAUHID.. Mudah2an ilmu2 lainnya segera mengikuti.. Yg penting di awal kita tau dulu konsep aqidah yg lurus dan haq.. Jgn smpe kesebut "udah deh yg biasa2 aja islamnya.. Gak usah fanatik dn ekstrim.. Yg penting udah baca 2 kalimat syahadat, sholat, puasa, zakat, naik haji kalo ada rejeki" ... Belajar tauhid bukan fanatik atau ekstrim.. Belajar tauhid itu karena pemahaman tauhid yg lurus lah yg akan meluluskan kita sampe ke surga.. Inshaallah.. #Repost  @rizkyummurana (@get_repost) ・・・ Mencoba semua firqoh namun tak pernah temukan seaman dan senyaman ini di hati, dimana proses belajar agama selalu dimulai dari pengenalan terhadap Rabb. Mempelajari memperlakukan Allah dengan benar walau masih tertatih-tatih. Fokus dan sibuk terus mencari tau apa saja yang bisa menjadi kebencian Allah dan menjauhkan diri dari itu semua. . . Persoalan ummat itu memang banyak, tapi persoalan utama yang akan semua hadapi ialah menembus surga, apakah yang mengizinkan kita untuk menembus surga? Ya, Tauhidlah kunci surga itu. Buatlah amal sebanyak apapun, jika Tauhidmu rusak, Allah tak kan izinkan kamu masuk ke dalam jannahNya. Lantas apa yang paling penting sekarang? fokuskan diri belajar Tauhid. Pahami hal-hal pembatalan keIslaman. Itu urgensimu jika jannahlah tujuanmu, setelah memahami tauhid maka kamu akan banyak memahami kebenaran islam sampai pada adab dan akhlak pada semut sekalipun. . Walau rasanya bagai menggenggam bara api dan penuh fitnah, bersabarlah, dunia bukan tujuanmu, akhiratlah akhir segalanya #catatanhatiummurana 
#Repost @diary.islami (@get_repost)
・・・
Merubah kebiasaan ternyata bukanlah suatu hal yang sepele. 
Pernahkah anda melihat seseorang yang mungkin usianya tak lagi muda, tak terhitung pula jumlah uban di kepalanya, namun seringkali ia sholat di akhir-akhir waktu?

Para pemuda yang terbiasa datang telat ke mesjid tertinggal satu, dua rakaat ketika sholat?

Wanita yang telah lewat belasan bahkan puluhan tahun dari usia balighnya namun tak kunjung berhijab?

Atau sesepuh yang terbiasa bangun shubuh untuk sholat di mesjid?

Mengubah kebiasaan bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi dalam hal yang baik. Cobalah tanyakan kepada mereka yang telah berhijrah.

Jangan kira mereka itu bisa langsung tiba-tiba rajin ke mesjid,  belajar agama, atau perihal ketaatan lainnya. Mereka sempat mengalami beratnya mengubah kebiasaan mereka di awal-awal mereka hijrah. Melawan rasa malas, hawa nafsu ataupun hobi kemaksiatan yang telah mendarah daging, belum lagi ditambah dengan teman-teman yang buruk serta bisikan setan.

Akan tetapi mereka bersabar menjalani beratnya perjuangan di awal ini. Melewati ujian pertama dari Tuhan mereka, apakah mereka betul ingin berubah karena-Nya atau sekedar ucapan manis di bibir, ikut-ikutan semata?

Mereka terus bersabar dan berjuang sehingga Allah pun mengaruniakan mereka hidayah berupa mudahnya, ringannya dalam melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Mereka terus demikian hingga ajal datang menjemput demi tercapainya cita-cita yang pernah disabdakan oleh Nabi,
.
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
.
"Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika ia meninggal." (HR Muslim no 2878)

Tidakkah kita ingin mati di atas ketaatan?
.
Dari : indonesiabertauhid
#diaryislami
#Repost  @diary.islami (@get_repost) ・・・ Merubah kebiasaan ternyata bukanlah suatu hal yang sepele. Pernahkah anda melihat seseorang yang mungkin usianya tak lagi muda, tak terhitung pula jumlah uban di kepalanya, namun seringkali ia sholat di akhir-akhir waktu? Para pemuda yang terbiasa datang telat ke mesjid tertinggal satu, dua rakaat ketika sholat? Wanita yang telah lewat belasan bahkan puluhan tahun dari usia balighnya namun tak kunjung berhijab? Atau sesepuh yang terbiasa bangun shubuh untuk sholat di mesjid? Mengubah kebiasaan bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi dalam hal yang baik. Cobalah tanyakan kepada mereka yang telah berhijrah. Jangan kira mereka itu bisa langsung tiba-tiba rajin ke mesjid, belajar agama, atau perihal ketaatan lainnya. Mereka sempat mengalami beratnya mengubah kebiasaan mereka di awal-awal mereka hijrah. Melawan rasa malas, hawa nafsu ataupun hobi kemaksiatan yang telah mendarah daging, belum lagi ditambah dengan teman-teman yang buruk serta bisikan setan. Akan tetapi mereka bersabar menjalani beratnya perjuangan di awal ini. Melewati ujian pertama dari Tuhan mereka, apakah mereka betul ingin berubah karena-Nya atau sekedar ucapan manis di bibir, ikut-ikutan semata? Mereka terus bersabar dan berjuang sehingga Allah pun mengaruniakan mereka hidayah berupa mudahnya, ringannya dalam melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Mereka terus demikian hingga ajal datang menjemput demi tercapainya cita-cita yang pernah disabdakan oleh Nabi, . يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ . "Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika ia meninggal." (HR Muslim no 2878) Tidakkah kita ingin mati di atas ketaatan? . Dari : indonesiabertauhid #diaryislami 
#Repost @indonesiabertauhidofficial (@get_repost)
・・・
# Meminta Syafaat Nabi Kepada Allah, Bukan Meminta kepada Nabi

#IndonesiaBertauhid – Dalam pelajaran TAUHID doa ada 2 macam:

1. Doa “Ibadah” (دعاء العبادة)

Yaitu mencakup pujian dan dzikir kepada Allah, karena hakikat doa adalah ibadah, sebagaimana dalam shalat ada doa dan pujian.

Dalam hadits,
.
ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻫﻮ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ
.
“Do’a itu ibadah.” (HR.At-Tirmidzi, hasan shahih)

2. Doa masalah (دعاء المسألة)

Yaitu berdoa meminta kepada Allah

Yang namanya berdoa dan meminta itu hanya kepada Allah saja, tidak boleh meminta kepada selain Allah

Karenanya lafadz meminta hanya:
“Ya Allah, kami mohon”
“Ya Allah, kami meminta”

tidak boleh kepada yang lain, semisalnya:
“Ya Nabi”
“Ya Abdul Qadir Jaelani”

Kalau meminta seperti ini maka termasuk kesyirikan, Allah berfirman,
.
ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﺪْﻋُﻮﺍ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺣَﺪًﺍ
.
“Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu beribadah/berdoa seseuatupun bersamaan dengan ibadah/berdoa kepada Allah” (QS Jin:18). -Begitu juga dengan meminta syafaat, meskipun syafaat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam,
yang benar adalah “meminta syafaat Nabi kepada Allah, bukan meminta syafaat kepada Nabi” -Karena yang berhak memberikan syafaat hanyalah Allah, adapun makhluk lainnya bisa memberikan syafaat karena izin dan ridha dari Allah

Allah berfirman,
.
ﻭَﻛَﻢ ﻣِّﻦ ﻣَّﻠَﻚٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻻَﺗُﻐْﻨِﻰ ﺷَﻔَﺎﻋَﺘُﻬُﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺇِﻻَّ ﻣِﻦ ﺑَﻌْﺪِ ﺃَﻥ ﻳَﺄْﺫَﻥَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟِﻤَﻦ ﻳَﺸَﺂﺀُ ﻭَﻳَﺮْﺿَﻰ
.
“Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).” (QS. An-Najm: 26) – Bahkan “syafa’atul uzma” oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau memohon kepada Allah,
JADI SEBELUM BELIAU MEMBERIKAN SYAFAAT, BELIAU SAJA MEMINTA DULU KEPADA ALLAH -Syafa’atul Uzma adalah syafaat Nabi di padang mahsyar di mana para Nabi yang lain tidak bisa memberikan syafaat, akhirnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam memohon dengan sujud yang sangat lama dan dengan pujian-pujian yang belum pernah diucapkan sebelummya..
#Repost  @indonesiabertauhidofficial (@get_repost) ・・・ # Meminta Syafaat Nabi Kepada Allah, Bukan Meminta kepada Nabi #IndonesiaBertauhid  – Dalam pelajaran TAUHID doa ada 2 macam: 1. Doa “Ibadah” (دعاء العبادة) Yaitu mencakup pujian dan dzikir kepada Allah, karena hakikat doa adalah ibadah, sebagaimana dalam shalat ada doa dan pujian. Dalam hadits, . ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻫﻮ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ . “Do’a itu ibadah.” (HR.At-Tirmidzi, hasan shahih) 2. Doa masalah (دعاء المسألة) Yaitu berdoa meminta kepada Allah Yang namanya berdoa dan meminta itu hanya kepada Allah saja, tidak boleh meminta kepada selain Allah Karenanya lafadz meminta hanya: “Ya Allah, kami mohon” “Ya Allah, kami meminta” tidak boleh kepada yang lain, semisalnya: “Ya Nabi” “Ya Abdul Qadir Jaelani” Kalau meminta seperti ini maka termasuk kesyirikan, Allah berfirman, . ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﺪْﻋُﻮﺍ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺣَﺪًﺍ . “Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu beribadah/berdoa seseuatupun bersamaan dengan ibadah/berdoa kepada Allah” (QS Jin:18). -Begitu juga dengan meminta syafaat, meskipun syafaat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, yang benar adalah “meminta syafaat Nabi kepada Allah, bukan meminta syafaat kepada Nabi” -Karena yang berhak memberikan syafaat hanyalah Allah, adapun makhluk lainnya bisa memberikan syafaat karena izin dan ridha dari Allah Allah berfirman, . ﻭَﻛَﻢ ﻣِّﻦ ﻣَّﻠَﻚٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻻَﺗُﻐْﻨِﻰ ﺷَﻔَﺎﻋَﺘُﻬُﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺇِﻻَّ ﻣِﻦ ﺑَﻌْﺪِ ﺃَﻥ ﻳَﺄْﺫَﻥَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟِﻤَﻦ ﻳَﺸَﺂﺀُ ﻭَﻳَﺮْﺿَﻰ . “Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).” (QS. An-Najm: 26) – Bahkan “syafa’atul uzma” oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau memohon kepada Allah, JADI SEBELUM BELIAU MEMBERIKAN SYAFAAT, BELIAU SAJA MEMINTA DULU KEPADA ALLAH -Syafa’atul Uzma adalah syafaat Nabi di padang mahsyar di mana para Nabi yang lain tidak bisa memberikan syafaat, akhirnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam memohon dengan sujud yang sangat lama dan dengan pujian-pujian yang belum pernah diucapkan sebelummya..